Senin, 30 April 2012

laopran kuangan tahunan bank danamon





INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



NERACA
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali nilai nominal per saham)

ASET






2010






2009


BALANCE SHEETS
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah
except par value per share)

ASSETS


Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain,
setelah dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp nihil
pada 2010 (2009: Rp 10.854)


2,083,010
2,696,114


3,123,884
5,637,603


Cash
Current accounts with Bank Indonesia
Current accounts with other banks,
net of allowance for impairment
losses of Rp nil in 2010
(2009: Rp 10,854)


- Pihak yang mempunyai


hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Penempatan pada bank lain dan
Bank Indonesia, setelah dikurangi
penyisihan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp nihil pada
2010 (2009: 13.227)


85,461
511,494


136,868
937,682


Related parties -
Third parties -
Placements with other banks and
Bank Indonesia, net of allowance
for impairment losses of Rp nil
in 2010
(2009: Rp 13,227)


- Pihak yang mempunyai


hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Efek-efek,
setelah dikurangi
penyisihan kerugian sebesar
Rp 1.950 pada 2010 (2009: Rp 8.288)
Tagihan derivatif,
setelah dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp nihil pada
2010 (2009: Rp 14.688)


725,000
3,147,597


2,337,111


556,875
1,062,605


4,848,018


Related parties -
Third parties -
Marketable securities,
net of allowance for
impairment losses of Rp 1,950
in 2010 (2009: Rp 8,288)
Derivative receivables,
net of allowance for impairment
losses of Rp nil in 2010
(2009: Rp 14,688)


- Pihak yang mempunyai


hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Pinjaman yang diberikan ,
setelah dikurangi penyisihan
kerugian sebesar Rp 2.568.741
pada 2010 (2009: Rp 1.928.874)
dan pendapatan bunga
ditangguhkan sebesar Rp nihil
pada 2010 (2009: Rp 84)


9
228,352


23
367,980


Related party -
Third parties -
Loans,
net of allowance)
for impairment losses
of Rp 2,568,741 in 2010
(2009: Rp 1,928,874)
and unearned interest income of
Rp nil in 2010 (2009: Rp 84)


- Pihak yang mempunyai


hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Tagihan akseptasi,
setelah dikurangi penyisihan
kerugian sebesar Rp nihil
pada 2010 (2009: Rp 12.412)
Obligasi Pemerintah
Investasi dalam saham, setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai investasi
sebesar Rp 20.571 pada 2010
(2009: Rp 43.860) dan akumulasi
amortisasi goodwill sebesar
Rp 780.309 pada 2010 (2009: Rp 572.944)
Aset tidak berwujud
setelah dikurangi akumulasi amortisasi
sebesar Rp 432.968 pada 2010
(2009: Rp 353.559)
Aset tetap,
setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar Rp 1.198.632 pada 2010
(2009: Rp 1.400.318)
Aset pajak tangguhan, bersih
Beban dibayar dimuka dan aset lain-lain,
setelah dikurangi penyisihan
kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 234.540 pada
2010 (2009: Rp 1.112.268)
JUMLAH ASET


10,433
70,270,931


761,825
8,177,675



5,367,384


160,805


1,410,621
827,988



4,017,803
102,819,613


5,107
57,574,875


1,229,227
11,327,426



4,342,022


188,616


1,412,638
835,333



4,415,805
98,002,587


Related parties -
Third parties -
Acceptance receivables,
net of allowance for impairment losses
of Rp nil in 2010
(2009: Rp 12,412)
Government Bonds
Investment in shares,
net of allowances for diminution in
value of Rp 20,571 In 2010
(2009: Rp 43,860) and accumulated of
goodwill amortization of Rp 780,309 in
2010 (2009: Rp 572,944)
Intangible assets
net of accumulated amortization
of Rp 432,968 in 2010
(2009: Rp 353,559)
Fixed assets,
net of accumulated depreciation
of Rp 1,198,632 in 2010
(2009: Rp 1,400,318)
Deferred tax assets, net
Prepayments and other assets,
net of allowances for
impairment losses of
Rp 234,540 in 2010
(2009: Rp 1,112,268)
TOTAL ASSETS









LAMPIRAN – 6/1– SCHEDULE






INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



NERACA
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali nilai nominal per saham)



KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
Simpanan nasabah:






2010






2009


BALANCE SHEETS
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah
except par value per share)



LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITIES
Deposits from customers:


- Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Simpanan dari bank lain
Efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali
Kewajiban akseptasi
Obligasi yang diterbitkan
Pinjaman yang diterima
Hutang pajak
Estimasi kerugian atas
komitmen dan kontinjensi
Kewajiban derivatif


503,855
69,305,965
3,609,751
4,041,338
752,383
1,250,000
2,046,682
58,166
420
246,333


406,867
68,212,845
1,205,140
3,755,806
1,266,707
1,500,000
2,748,992
94,953
27,456
347,775


Related parties -
Third parties -
Deposits from other banks
Securities sold under repurchase
agreements
Acceptance payables
Bonds issued
Borrowings
Taxes payable
Estimated losses on
commitments and contingencies
Derivative payables


Beban yang masih harus dibayar


dan kewajiban lain-lain
Pinjaman subordinasi
Modal pinjaman
JUMLAH KEWAJIBAN
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 50.000
(2009: Rp 50.000) per saham untuk
seri A dan Rp 500 (2009: Rp 500)
per saham untuk seri B
Modal dasar - 22.400.000
(2009: 22.400.000)
saham seri A dan 17.760.000.000
(2009:17.760.000.000)
saham seri B
Modal ditempatkan dan disetor penuh
22.400.000 (2009: 22.400.000)
saham seri A dan 8.394.307.966
(2009: 8.359.279.616)
saham seri B
Tambahan modal disetor
Modal disetor lainnya
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan


2,785,387
500,000
-
85,100,280











5,317,154
3,045,428
189
1,984


2,317,130
500,000
-
82,383,671











5,299,640
2,948,835
189
2,013


Accruals and other liabilities
Subordinated debts
Loan capital
TOTAL LIABILITIES
EQUITY
Share capital - par value per share
Rp 50,000 (2009: Rp 50,000)
for A series shares and Rp 500
(2009: Rp 500) for B series shares
Authorised - 22,400,000
(2009: 22,400,000)
A series shares and 17,760,000,000
(2009: 17,760,000,000)
B series shares
Issued and fully paid 22,400,000
(2009: 22,400,000)
A series shares and 8,394,307,966
(2009: 8,359,279,616)
B series shares
Additional paid-up capital
Other paid-up capital
Foreign exchange difference from
translation of financial statements


Keuntungan/(kerugian) yang belum


direalisasi atas efek-efek dan
Obligasi Pemerintah dalam


Unrealised gains/(losses) of available
for sale marketable securities


kelompok tersedia untuk dijual, bersih
Cadangan umum dan wajib
Selisih transaksi perubahan
ekuitas Anak Perusahaan
Saldo laba (setelah defisit sebesar
Rp 32.968.831 dieliminasi melalui
kuasi-reorganisasi tanggal
1 Januari 2001)
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS


15,152
133,845
11,967


9,193,614
17,719,333
102,819,613


(299,482)
118,520
(25,002)


7,574,203
15,618,916
98,002,587


and Government Bonds, net
General and legal reserve
Difference in transactions of changes
in equity of Subsidiaries
Retained earnings (after deficit of
Rp 32,968,831 was eliminated
through quasi-reorganisation on
1 January 2001)
TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY














LAMPIRAN – 6/2- SCHEDULE






INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



LAPORAN LABA RUGI
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali laba bersih per saham)

2010
PENDAPATAN DAN BEBAN
OPERASIONAL


STATEMENTS OF INCOME
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah,
except earnings per share)

2009
INCOME AND EXPENSES
FROM OPERATIONS


Pendapatan bunga
Beban bunga

Pendapatan bunga bersih

PENDAPATAN OPERASIONAL
LAINNYA
Pendapatan provisi dan komisi
Imbalan jasa
(Kerugian)/keuntungan atas perubahan
nilai wajar atas instrumen keuangan
Keuntungan yang telah direalisasi
atas instrumen derivatif
Beban atas transaksi dalam
mata uang asing
Keuntungan penjualan efek-efek dan
Obligasi Pemerintah - bersih
Bagian laba bersih Anak Perusahaan
Pendapatan dividen
Lain-lain


8,804,738
(3,163,987)

5,640,751


675,357
545,403

(17,246)

77,603

(20,255)

211,145
1,254,739
1,036
4


9,639,240
(4,939,275)

4,699,965


680,262
433,254

96,768

252,014

(114,711)

45,552
1,051,229
1,033
414


Interest income
Interest expense

Net interest income

OTHER OPERATING
INCOME
Fees and commissions income
Fees
(Loss)/gain from changes in fair
value of financial instrument
Realized gain from
derivative instruments
Expense from foreign
exchange transaction
Gains on sale of marketable securities
and Government Bonds - net
Shares in net income of Subsidiaries
Dividend income
Others



BEBAN OPERASIONAL
LAINNYA


2,727,786


2,445,815


OTHER OPERATING
EXPENSES


Beban provisi dan komisi
Beban umum dan administrasi
Beban tenaga kerja dan tunjangan
Penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset
Penyisihan atas kerugian transaksi
rekening administratif
Lain-lain


PENDAPATAN OPERASIONAL BERSIH

PENDAPATAN DAN BEBAN
BUKAN OPERASIONAL

Pendapatan bukan operasional
Beban bukan operasional

BEBAN BUKAN OPERASIONAL - BERSIH

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN

BEBAN PAJAK PENGHASILAN

LABA BERSIH

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

LABA BERSIH PER SAHAM DILUSIAN


(266,871)
(1,427,484)
(1,960,603)
(1,605,480)

(4)
(100,693)

(5,361,135)

3,007,402



34,163
(436,322)

(402,159)

2,605,243

(401,962)

2,203,281

262.12

261.27


(215,250)
(1,474,567)
(1,581,272)
(1,870,949)

(1,256)
(88,576)

(5,231,870)

1,913,910



48,677
(406,734)

(358,057)

1,555,853

(190,751)

1,365,102

166.97

162.45


Fees and commissions expense
General and administrative expenses
Salaries and employee benefits
Allowance for impairment losses on assets
Alowance for losses possible
on off balance sheet transactions
Others


NET OPERATING INCOME

NON-OPERATING
INCOME AND EXPENSES

Non-operating income
Non-operating expenses

NON - OPERATING EXPENSES - NET

INCOME BEFORE TAX

INCOME TAX EXPENSES

NET INCOME

BASIC EARNINGS PER SHARE

DILUTED EARNINGS PER SHARE










LAMPIRAN – 6/3- SCHEDULE









INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)





Januari – September/January – September 2010
(Kerugian)/keuntungan


STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)


Selisih kurs


yang belum direalisasi


karena
penjabaran
laporan
keuangan/
Foreign


atas efek-efek dan
Obligasi Pemerintah
dalam kelompok
tersedia untuk dijual,
bersih/Unrealised


Selisih
transaksi
perubahan
ekuitas Anak
Perusahaan/


exchange


(losses)/gains of


Difference in


Cadangan


Tambahan


Modal disetor


difference from


available for sale


transactions of


umum dan


Modal


modal disetor/


lainnya/


translation of


marketable securities


changes in


wajib/


Saldo laba/


saham/
Share capital


Additional
paid-up capital


Other paid-up
capital


financial
statements


and Government
Bonds, net


equity of
Subsidiaries


General and
legal reserve


Retained
earnings


Jumlah ekuitas/
Total equity


Saldo pada tanggal 1 Januari 2010


5,303,992


2,964,113


189


1,996


(291,926)


(13,206)


118,520


7,741,634


15,825,312


Balance as at 1 January 2010



Adjustment in connection with


Penyesuaian sehubungan dengan


the implementation of SFAS


penerapan PSAK No. 55 (Revisi 2006)


-


-


-


-


-


-


-


30,325


30,325


No. 55 (2006 Revision)



Balance as at 1 January 2010


Saldo pada tanggal 1 Januari, setelah


5,303,992


2,964,113


189


1,996


(291,926)


(13,206)


118,520


7,771,959


15,855,637


after effect of first


Dampak penerapan awal PSAK


adoption of SFAS



Laba bersih selama periode berjalan


-


-


-


-


-


-


-


2,203,281


2,203,281


Net income for the period



Foreign exchange difference


Selisih kurs karena penjabaran laporan


from translation of


keuangan


-


-


-


(12)


-


-


-


-


(12)


financial statements



Keuntungan yang belum direalisasi atas
efek-efek dan Obligasi Pemerintah
dalam kelompok tersedia untuk dijual,


Unrealised gains of available
for sale marketable
securities and Government


bersih


-


-


-


-


307,078


25,173


-


-


332,251


Bonds, net



Appropriation for general and


Pembentukan cadangan umum & wajib

Pembagian dividen tunai


-

-


-

-


-

-


-

-


-

-


-

-


15,325

-


(15,325)

(766,301)


-

(766,301)


legal reserve

Distribution of cash dividends


Opsi kepemilikan saham karyawan/


Employee/management stock


manajemen yang dieksekusi


13,162


81,315


-


-


-


-


-


-


94,477


options exercised



Saldo pada tanggal 30 September 2010


5,317,154


3,045,428


189


1,984


15,152


11,967


133,845


9,193,614


17,719,333 Balance as at 30 September 2010





LAMPIRAN – 6/4 – SCHEDULE









INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)







October – Desember/October - December 2009
Kerugian
yang belum
direalisasi atas
efek-efek


STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)


Selisih kurs
karena
penjabaran
laporan


dan Obligasi
Pemerintah dalam
kelompok tersedia
untuk dijual/


Selisih transaksi
perubahan
ekuitas Anak
Perusahaan/


keuangan/


Unrealised losses


Difference in


Cadangan


Tambahan


Modal disetor


Difference in


of available for sale


transactions of


umum dan


modal disetor/


lainnya/


foreign


marketable


changes in


wajib/


Saldo laba/


Modal saham/
Share capital


Additional
paid-up capital


Other paid-up
capital


currency
translation


securities and
Government Bonds


equity of
Subsidiaries


General and
legal reserve


Retained
earnings


Jumlah ekuitas/
Total equity


Saldo pada tanggal 1 Oktober 2009

Rugi bersih selama periode berjalan


5,299,640

-


2,948,835

-


189

-


2,013

-


(299,482)

-


(25,002)

-


118,520

-


7,574,203

167,431


15,618,916

167,431


Balance as at 1 October 2009

Net loss for the period



Selisih kurs karena penjabaran laporan


Difference in foreign currency


keuangan


2c


-


-


-


(17)


-


-


-


-


(17)


translation



(Kerugian)/keuntungan yang belum


direalisasi atas efek-efek dan
Obligasi Pemerintah dalam
kelompok tersedia untuk dijual,


Unrealised (losses)/gains of
available for sale marketable
securities and


bersih


2b,2h


-


-


-


-


7,556


(7,765)


-


-


(209)


Government Bonds, net



Beban kompensasi karyawan/


Compensation costs of employee/


manajemen berbasis saham


2ac


-


38


-


-


-


-


-


-


38


management stock options



Opsi kepemilikan saham karyawan/


Employee/management stock


manajemen yang dieksekusi

Saldo pada tanggal 31 Desember 2009


2ac


4,352

5,303,992


15,240

2,964,113


-

189


-

1,996


-

(291,926)


-

(32,767)


-

118,520


-

7,741,634


19,592

15,805,751


options exercised

Balance as at 31 December 2009











LAMPIRAN – 6/5 – SCHEDULE









INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)







Januari – September/January – September 2009
(Kerugian)/keuntun
gan
yang belum
direalisasi atas
efek-efek
dan Obligasi


STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)


Selisih kurs
karena
penjabaran
laporan


Pemerintah dalam
kelompok tersedia
untuk dijual/
Unrealised


Selisih transaksi
perubahan
ekuitas Anak
Perusahaan/


keuangan/


(losses)/gains of


Difference in


Cadangan


Tambahan


Modal disetor


Difference in


available for sale


transactions of


umum dan


modal disetor/


lainnya/


foreign


marketable


changes in


wajib/


Saldo laba/


Modal saham/
Share capital


Additional
paid-up capital


Other paid-up
capital


currency
translation


securities and
Government Bonds


equity of
Subsidiaries


General and
legal reserve


Retained
earnings


Jumlah ekuitas/
Total equity



Saldo pada tanggal 1 Januari 2009
Laba bersih selama periode berjalan


3,631,865
-


675,000
-


189
-


2,866
-


(749,832)
-


(73,653)
-


103,220
-


6,989,413
1,365,102


10,579,068
1,365,102


Balance as at 1 January 2009
Net income for the period


Selisih kurs karena penjabaran


Difference in foreign currency


laporan keuangan


-


-


-


(853)


-


-


-


-


(853)


translation


Keuntungan yang belum direalisasi atas efek-
efek dan Obligasi Pemerintah dalam


Unrealised gains of available
for sale marketable securities and


kelompok tersedia untuk dijual, bersih


-


-


-


-


450,350


48,651


-


-


499,001


Government Bonds, net


Pembentukan cadangan


Approriation for general


umum dan wajib
Pembagian dividen tunai


-
-


-
-


-
-


-
-


-
-


-
-


15,300
-


(15,300)
(765,012)


-
(765,012)


and legal reserve
Distribution of cash dividend


Saham yang berasal dari penawaran umum


terbatas dengan hak memesan efek terlebih


Share from limited public offering with


dahulu (Right Issue) IV


1,663,984


2,237,683


-


-


-


-


-


-


3,901,667


pre-emptive Right (Right Issue)IV


Opsi kepemilikan saham karyawan/


Employee/management stock


manajemen yang dieksekusi


3,791


35,330


-


-


-


-


-


-


39,121


options exercised


Beban kompensasi karyawan/


Compensation costs of employee/


manajemen berbasis saham

Saldo pada tanggal 30 September 2009


-

5,299,640


822

2,948,835


-

189


-

2,013


-

(299,482)


-

(25,002)


-

118,520


-

7,574,203


822

15,618,916


management stock options

Balance as at 30 September 2009





LAMPIRAN – 6/6 – SCHEDULE






INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY




LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

2010

Arus kas dari kegiatan operasi:



STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)

2009

Cash flows from operating activities:



Pendapatan bunga, provisi dan komisi
Pembayaran bunga, provisi dan
komisi
Pendapatan operasional lainnya
(Kerugian)/keuntungan dari transaksi mata
uang asing - bersih
Pembayaran tantiem
Beban operasional lainnya
Beban bukan operasional - bersih
Arus kas sebelum perubahan dalam
aset dan kewajiban operasi

Perubahan dalam aset dan kewajiban
operasi:
Penurunan/(kenaikan) aset operasi:
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia
Efek-efek dan Obligasi Pemerintah -
diperdagangkan
Pinjaman yang diberikan


9,447,058

(3,533,867)
545,402

(162,947)

(2,561,265)
(249,014)

3,485,367




(121,891)

9,169
(13,649,429)


10,441,968

(5,220,802)
446,528

176,370

(3,019,658)
(217,479)

2,606,927




1,590,796

257,095
3,334,792


Interest income, fees and commissions
Payments of interest, fees and
commisssions
Other operating income
(Losses)/gains from foreign
exchange transactions - net
Payment of tantiem
Other operating expenses
Non-operating expenses – net
Cash flows before changes in
operating assets and liabilities

Changes in operating assets and
liabilities:
Decrease/(increase) in operating assets:
Placements with other banks
and Bank Indonesia
Marketable securities and
Government Bonds - trading
Loans


Beban dibayar dimuka dan


aset lain-lain
Kenaikan/(penurunan) kewajiban
operasi:
Simpanan nasabah:
- Giro
- Tabungan
- Deposito berjangka
Simpanan dari bank lain
Beban yang masih harus dibayar
dan kewajiban lain-lain
Pembayaran pajak penghasilan
selama periode berjalan
Kas bersih (digunakan untuk)/
diperoleh dari kegiatan operasi


(483,478)


1,185,583
4,031,427
(2,799,533)
2,183,688

13,395

(414,705)

(6,560,407)


(1,215,110)


(201,097)
1,620,556
(6,196,451)
(234,766)

233,679

(370,509)

1,425,912


Prepayments and other assets
Increase/(decrease) in operating
liabilities:
Deposits from customers:
Current accounts -
Savings -
Time deposits -
Deposits from other banks
Accruals and other
liabilities
Payment.of.income.tax.during
the period
Net cash (used in)/provided by
operating activities

























LAMPIRAN – 6/7 – SCHEDULE






INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY




LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)


2010

Arus kas dari kegiatan investasi:
Pembelian efek-efek dan Obligasi Pemerintah -
dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia



STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)


2009

Cash flows from investing activities:
Acquisition of marketable securities
and Government Bonds - held to


untuk dijual
Hasil penjualan efek-efek dan Obligasi
Pemerintah - dimiliki hingga jatuh tempo
dan tersedia untuk dijual
Pembelian aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
Penerimaan dividen kas
Pembelian investasi

Kas bersih diperoleh dari
kegiatan investasi

Arus kas dari kegiatan pendanaan:
(Penurunan)/kenaikan pinjaman yang diterima
Kenaikan efek yang dijual
dengan janji dibeli kembali
Opsi kepemilikan saham oleh karyawan/
manajemen yang dieksekusi
Hasil dari penawaran umum terbatas
dengan hak memesan terlebih dahulu
(Rights Issue) IV
Pembayaran atas penerbitan obligasi
Pembayaran dividen kas
Pembayaran pinjaman subordinasi

Kas bersih digunakan untuk
kegiatan pendanaan

(Penurunan)/kenaikan bersih
kas dan setara kas

Kas dan setara kas pada
awal periode

Kas dan setara kas pada
akhir periode

Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada bank lain dan Bank
Indonesia - jatuh tempo sampai dengan
3 bulan sejak tanggal perolehan
Sertifikat Bank Indonesia - jatuh tempo
sampai dengan 3 bulan sejak tanggal
perolehan

Jumlah kas dan setara kas


(1,101,305)

3,855,095
(289,072)
20,279
411,392
79,836

2,976,225

(121,879)

286,968

94,477

-
(250,000)
(766,301)
-

(756,735)

(4,340,917)

13,869,766

9,528,849

2,083,010
2,696,114
596,955

2,663,597

1,489,173

9,528,849


-

1,607,888
(181,874)
1,757
383,533
(1,684,162)

127,142

301,205

(1,158,298)

46,480

3,895,130
-
(765,012)
(3,466,500)

(1,146,995)

406,059

15,956,200

16,362,259

3,123,884
5,637,603
1,085,404

2,476,172

4,039,196

16,362,259


maturity and available for sale
Proceeds from sales of marketable
securities and Government Bonds -
held to maturity and available for sale
Acquisition of fixed assets
Proceeds from sale of fixed assets
Receipt of cash dividend
Acquisition of investment

Net cash provided by
investing activities

Cash flows from financing activities:
(Decrease)/Increase in borrowings
Increase in securities sold
under repurchase agreements
Employee/management
stock options exercised
Proceeds from limited public
offering with pre-emptive right
(Rights Issue) IV
Payments of bonds issued
Payments of cash dividends
Repayment of subordinated debts

Net cash used in
financing activities

Net (decrease)/increase in
cash and cash equivalents

Cash and cash equivalents at
the beginning of period

Cash and cash equivalents at
the end of period

Cash and cash equivalents consist of:
Cash
Current accounts with Bank Indonesia
Current accounts with other banks
Placements with other banks and Bank
Indonesia - mature within 3 months
from the date of acquisition
Certificates of Bank Indonesia - mature
within 3 months from the date of
acquisition

Total cash and cash equivalents












LAMPIRAN – 6/8 – SCHEDULE


Rabu, 07 Maret 2012

BANK


PERANAN BANK INDONESIA DALAM SISTEM PEMBAYARAN
Bank Indonesia Dalam Mengendalikan Jumlah Uang Beredar
Suatu Negara yang modern dapat dilihat dari peranan perbankan yang sangat dominan dalam memajuan perekonomian. Perbankan yang sehat baik secara individu maupun secara komunitas sangat berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian suatu Negara. Oleh sebab itu, Bank Indonesia sebagimana diamanatkan undang-undang untuk menjaga aktivitas perbankan dengan berbagai regulasi agar sistem perbankan menjadi lebih baik.
Menjaga kestabilan moneter merupakan tugas Bank Indonesia untuk menjamin peredaran uang sesuai dengan yang diperlukan guna mencapai pertumbuhan ekonomi tanpa mengakibatkan inflasi tinggi.
Kebijakan moneter merupakan kebijakan Bank Indonesia dalam bentuk pengendalian besaran moneter dan atau suku bunga untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Pada umumnya kegiatan perekonomian yang diinginkan oleh otoritas moneter adalah tercapainya stabilitas ekonomi makro.
Besaran moneter yang perlu dikendalikan terdiri dari jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1) dan jumlah uang beredar dalam arti luas (M2), serta kredit, karena ketiga unsur tersebut akan  memengaruhi  jumlah uang beredar. Sedangkan perkembangan perekonomian yang diinginkan oleh otoritas moneter adalah stabilitas ekonomi makro yang tercermin, antara lain oleh:
  1. stabilitas harga (inflasi yang relatif rendah);
  2. membaiknya perkembangan output riil (pertumbuhan ekonomi yang tinggi);
  3. luasnya kesempatan kerja yang tersedia (tingkat pengangguran yang semakin menurun).
Peranan Bank Indonesia Dalam Sistem Pembayaran
Bank Indonesia sebagai bank sentral mempunyai peranan penting dalam sistem pembayaran. Ada beberapa pihak yang terlibat di dalam sistem pembayaran yaitu pihak yang menyelenggarakan sistem pembayaran, pihak yang mendukung sistem pembayaran, pihak yang memberikan jasa dalam sistem pembayaran, dan pihak yang mengatur serta mengawasi sistem pembayaran.
Peranan Bank Indonesia dalam sistem pembayaran sangat luas, karena sebagai operator, regulator, dan sekaligus sebagai pengawas. Hubungan bank sentral dengan sistem pembayaran setiap Negara memiliki kadar yang berbeda, ada yang memiliki keterlibatan tinggi (Indonesia), dan ada yang sedikit (Hongkong).
Peranan bank sentral dalam sistem pembayaran dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1: Peran Bank Sentral Dalam Sistem Pembayaran
Negara
Keterlibatan
Hubungan Dengan Sistem Pembayaran
Hongkong
Sedikit
Memberi saran dalam regulasi
Perancis
Sedikit
Pengawas
Brunei
Sedikit
Dilakukan oleh Brunei Association of  Banks
USA
Sebagian
Pengawas dan Operator
Inggris
Sebagian
Pengawas dan Operator RTGS
Belanda
Sebagian
Pengawas dan Operator
Indonesia
Ya
Operator, Regulator, dan Pengawas
Jepang
Ya
Operator dan Pengawas
Malaysia
Ya
Kliring dan Transfer Elektro
Saudi Arabia
Ya
Operator dan Pengawas
Sumber: Maxwell, et all. (1996). Chandavarkar (1996). BIS dalam Tri Subari SM,        dan Ascarya (2003).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Berdasarkan UU. No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, wewenang mengatur, mengawasi, dan memberi atau mencabut izin berdirinya bank mutlak menjadi wewenang Bank Indonesia.  Luasnya cakupan tugas dan wewenang Bank Indonesia menimbulkan kerentanan akan keefektifan khususnya tugas pengawasan. Mengingat begitu banyaknya bank-bank umum dan Bank Prekreditan Rakyat yang harus diawasi. Maraknya kasus perbankan seperti kasus Bank Century, City Bank, dan pembobolan bank oleh orang dalam menunjukkan lemahnya system intern bank itu sendiri dan pengawasan oleh Bank Indonesia.
Oleh sebab itu, timbul gagasan tugas pengawasan perbankan diserahkan ke lembaga khusus. Tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawas sektor jasa keuangan yang independen, dan dibentuk dengan undang-undang yang pembentukannya dilaksanakan selambat-lambatnya 31 Desember 2010. Tetapi sampai dengan akhir tahun 2010, lembaga yang rencananya akan diberi nama  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum terbentuk.
Tarik menarik kepentingan antara Bank Indonesia dengan pihak-pihak lain terus terjadi, sehingga terbentuknya OJK berjalan dengan alot. Rencanana OJK tidak hanya bertugas mengawasi sektor perbankan, tetapi juga jasa keuangan lainnya seperti: asuransi, dana pensiun, bursa efek, bursa berjangka, dan badan penyelenggara program jaminan sosial.

RUANG LINGKUP BANK & PERANAN BANK


Ruang lingkup laporan dan pelayanan bank (jenis-jenis laporan bank)
1.       laporan harian bank umum dan pelayanan bank ( LHBU )
adalah Laporan Bank Indonesia yang digunakan untuk memantau pasar uang dan kondisi keuangan perbankan secara berkesinambungan.
2.       Laporan Berkala Bank Umum Konvensional
Laporan Berkala ini merupakan laporan data yang sifatnya kualitatif. Laporan disusun dalam formulir yang telah disediakan sebanyak 12 jenis formulir dan dilakukan secara berkala dalam periode mingguan, bulanan dan triwulan tergantung jenis laporan
3.       laporan bulanan bank umum laporan bank umum ( LBU )
yang harus disediakan antara lain :
- Neraca laba rugi dan komitmen kontijensi,
- Transaksi valas dan derivatif,
- Kualitas aktiva produktif,
- Perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum,
- Aktiva Tertimbang Menurut Resiko,
- Perhitungan rasio keuangan dan modal.
4.       Lapuran lalu lintas devisa LLD adalah kegiatan yang menimbulkan perpindahan aset dan kewajiban finansial antara penduduk(residen) dan bukan penduduk(non residen) termasuk perpindahan aset dan kewajiban finansial luar negri.
5.       LAPORAN KANTOR PUSAT BANK UMUM

Pengertian Bank
Jika di tinjau dari istilah “Bank” berasal dari bahasa “Banco” dari bahasa Italia yang berarti banku. Pada awalnya banco ini tempat menukar barang-barang yang mempunya nilai yang cukup tinggi. Dengan adanya kepercayaan yang semakin terhadap banco-banco ini, maka orang bukan saja menukarkan uang saja tetapi menyimpan uang tersebut pada banco-banco itu, sebab mereka menganggap banco ini tempat yang paling aman dan dapat dipercaya untuk menyimpan uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil dan dipergunakan untuk segala macam keperluan.

Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 :
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Fungsi Bank

1. Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
a.       Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
b.      Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
c.       Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam)
1.      Penyalur/pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.
2.      Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
3.      Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.
Adapun secara spesifik bank bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.
1. Agent Of Trust
Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan  kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.
2. Agent Of Development
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.
3. Agent Of Services
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.



Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :
1.    Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2.    Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.

3.    Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat

Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.

4.    Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
5.    Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.
6.    Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.
Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya.

Peranan Bank
Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu :

1. Pengalihan Aset (asset transmutation)
Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).
2. Transaksi (transaction)
Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
3. Likuiditas (liquidity)
Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas.
4. Efisiensi (efficiency)
Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris (asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.

Fungsi utama bank adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana kepada masyarakat.
jadi uang yang di himpun bank dari masyarakat akan digunakan untuk pembangunan yang dapat di nikmati oleh masyarakat.
apa sih maksudnya digunakan untuk pembangunan yang dapat di nikmati oleh masyarakat
?
maksudnya adalah Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, contohnya melalui penyaluran kredit yang dapat meratakan pembangunan antara cabang Bank di kota - kota besar dengan cabang bank di desa - desa.

Fungsi - fungsi bank yang lain adalah :

1. Penciptaan uang

Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.

2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran

Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Contoh beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman.

4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara.

5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga

Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box




Fungsi Bank Sebagai Lembaga moneter
otoritas moneter adalah suatu entitas yang memiliki wewenang untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar pada suatu negara dan memiliki hak untuk menetapkan suku bunga dan parameter lainnya yang menentukan biaya dan persediaan uang. Umumnya otoritas moneter adalah bank sentral, meskipun kadang kala lembaga eksekutif pemerintah mempunyai hak tertinggi untuk menetapkan kebijakan moneter dengan cara mengendalikan bank sentral.

Fungsi Bank sebagai agent development
Agent Of Development
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.


Fungsi dan Peranan Bank secara Umum
Fungsi Bank
1. Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
  1. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
  2. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
  3. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam)
  4. Penyalur/pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.
  5. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
  6. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.

http://tiosijimbo.wordpress.com/2011/03/19/pengertian-klasifikasi-bank/


Selasa, 29 November 2011

Delapan Pesawat Garuda akan Dilengkapi dengan Wifi

REPUBLIKA.CO.ID - Garuda Indonesia akan menyediakan layanan internet nirkabel (Wi-Fi) untuk delapan pesawat baru yang rencananya didatangkan pada tahun depan.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar usai menghadiri diskusi '4 Langkah Strategik bersama SWA', di Jakarta, Selasa.

Menurut Emirsyah, layanan Wi-Fi untuk delapan pesawat ini merupakan tahap pertama.
Untuk merealisasikannya, perseroan akan mengeluarkan dana yang tak kecil, tapi ini demi memberikan kenyamanan dan keleluasaan bagi pengguna pesawat Garuda, hal itu akan tetap dilakukan.

"Bayangkan saja untuk satu pesawat aja kita butuh 100 ribu dolar AS," ungkapnya.
Dengan adanya rencana layanan Wi-Fi ini, Garuda telah mengkomunikasikannya kepada Kementerian Perhubungan selaku regulator.

Diakuinya, berdasarkan Undang-Undang No. 1/2009 tentang penerbangan, Hal itu tidak memperbolehkan menggunakan alat komunikasi di atas pesawat. "Fasilitas ini lebih ke SMS dan email. Bukan bicara ," tuturnya.

Sementara itu, SM Investor Relation Garuda Ikhsan Rosan mengungkapkan layanan internet ini akan dipasang di pesawat baru Garuda, seperti Airbus 330-200, dan Boeing 737-800NG yang baru didatangkan, serta Boeing 777-300ER yang sebenarnya sudah terpasang dan akan didatangkan pada Mei 2013. "Yang penting, Garuda dapat meningkatkan pelayanan bagi penumpang," imbuh Ikhsan.

Rencananya, hingga 2015, Garuda Indonesia akan menambah armada dari 84 menjadi 154 pesawat untuk melayani penerbangan domestik dan internasional. Targetnya, rata-rata usia pesawat Garuda adalah lima tahun pada 2015 mendatang. (T.KR-SSB)

86 Andalan Baru Toyota

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Toyota Motor Corp memperkenalkan kendaraan sport yang sudah jadi perbincangan selama ini.
Reuters melaporkan bahwa kendaraan sport "86" dijagokan akan memicu kembalinya citra Toyota sebagai pembuat kendaraan yang "seru dan menyenangkan". Pada hari Minggu, Toyota memperkenalkan 86 di sirkuit Fuji di hadapan ribuan penggemar balap.
Kendaraan kompak tersebut berpenggerak roda belakang dengan mesin 2 liter. Namanya di Jepang adalah 86 atau "Hachi-roku" sedangkan di Eropa akan disebut GT86.
Angka 86 digunakan sebagai penghormatan terhadap generasi sport tahun 1980-an yang laris manis, Corolla Levin AE86.
"Setelah anda menunggu lama, kini kami perkenalkan kendaraan untuk pecinta kendaraan," kata bos Toyota, Akio Toyoda yang mengenakan pakaian balap pada acara tersebut.
86 memiliki empat tempat duduk dan merupakan kendaraan sport Toyota pertama sejak jenis MR-S dihentikan tahun 2007.
Toyota mengembangkan 86 bersama Fuji Heavy Industries Ltd. Fuji akan memasarkan "kembaran" 86 dengan merek Subaru BRZ.
86 menggunakan mesin pertama di dunia yang letaknya berlawanan secara horizontal. Teknologi injeksi yang digunakan adalah D-4S direct injection dari Toyota. Toyota adalah pemilik 16,5 persen saham Fuji Heavy.
Kerjasama Toyota dan Subaru menghasilkan mesin yang canggih tersebut. Subaru terkenal dengan turbo dan teknologi simetrikal all-wheel-drive sedangkan  Toyota ahli dalam penggerak roda belakang.
"Mobil sport biasanya dirancang untuk jadi yang tercepat, terkuat dan akselerasi yang cepat, tapi setelah kami tanya kepada para penggemar motorsport di seluruh dunia, mereka ingin kendaraan sport yang lebih terjangkau dan enak digunakan dalam semua jenis jalan, tak cuma kencang di sirkuit," kata kepala perancang 86 dari tim Toyota, Tetsuya Tada.
86 memiliki body yang ringan, pusat gravitasi yang rendah dan penggerak roda belakang. Reuters memperkirakan harga kendaraan itu 32 ribu dolar AS di Jepang.