Rabu, 20 Juni 2012

Pengertian Aktiva pada Bank

Manajemen Aktiva & penempatan/Alokasi Bank



Menurut buku “STRATEGI MANAGEMENT BISNIS PERBANKAN” pengarang komarrudin sastradipura penerbit kappa-sigma bandung tahun 2004 menerangkan materi manajemen bank berupa:
1. Arti dan Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Manajemen Aktiva Bank
Strategi dan aktivitas manajemen operasional sebuah bank terlihat dalam neraca dn perubahan neraca. Sisi passiva menunjukkan strategi dan kegiatan manajemen yang berkaitan dengan sumber pengumpulan dana, sementara sisi aktiva menunjukkan strategi dan kegiatan manajemen yang berkaitan dengan tempat pengumpulan dana. Sisi pengumpulan dana(pasiva) biasanya meliputi pengumpulan dana yang diperoleh daro modal dasar, deposito, giro dan tabungan. Tujuan manajemen perbankan adalah memberikan kredit jangka -pendek atau jangka- panjang. Untuk tujuan itu, pasivanya merupakan sebuah alat. Sisi penggunaan dana(aktiva) meliputi kas, rekening pada bank sentral, pinjaman jangka- pendek dan jngka- panjang, dan aktiv tetap.
Manajemen aktiva bank ialah manajemen yang berhubungan dengan alokasi dana ke dalam kemungkinan investasi. Alokasi dana ke dalm investasi perlu direncanakan, diorganisasi, diarahkan, dan diawasi agar tujuannya dapat tecapai.
Pengelompokkan aktina dilihati dari sifatnya terbadi menjadi dua, yaitu:
1. Aktiva Tidak Produktif
Meliputi (1) alat-alat likuid dan giro bnk pada bank-bank laindan(2) aktiv tetap dan inventaris. Disebut “aktiva tidak produktif” karena aktiva ini tidak menghasilkan laba atau rugi.
2. Aktiva Poduktif
Meliputi (1) kredit jangka pendek dn kredit jangka panjang; (2) deposito pada bank lain; (3) uang kol(call money); (4) surat-surat berharga; (5) penempatan dana pada bank lain di dalam dan diluar negari; dan (6) penyertaan modal
jenis-Jenis Aktiva Bank
Aktiva dalam arti umum merupakan pos uang dipunyai oelh perseorangan yng memiliki nila moneter. Aktiva dalam arti umum tersbut adalah:
1. Barang-barang yang cukup untuk memenuhi uatnga dan warisan seorang pewaris.
2. Semua milik seseorang atau suatu perusahaan yang dipergunakan untuk menanggung utang yang ada.
3. Semua pos dalam neraca suatu perusahaan yang menunjukkan seluruh harta milik seseorang, organisasi.
Aktiva bisnis perbankan mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1. Bahwa aktiv itu mempunyai peluang untuk meraih manfaat ekonomi di wktu yang akan dating.
2. Bahwa perubahan aktiva itu menjadi indicator utnuk manajemen pengawasan
3. Bahwa aktiva tersebut merupakan produk dri transaksi – tramsaksi sebelumnya.
  1. Aktiva Kas
Merupakan salah satu perkiraan aktiva dalm nerac yng diwakili oleh uang kertas dan logam, perintah bayar dan cek yang dapat dinegoisasikan, dam saldo bank. Aktiva kas meliputi semua uang yang beredar ditambah dengan alat-alat berupa bukti tertulis mengenai utang yang secara bebas dapat dipindahtangankan dengan penyerahan.aktiva inim merupakan harta paling cair, tidak memberikan hasil, dan semata-matauntuk tujuan operasional agar bisnis perbankan itu berjalan dengan mulus.
Bank yng diwajibkan oleh peraturan untuk memiliki sejumlah saldo, yang disebut”saldo kerja” dalam bentuk uang dengan rasio tertentu terhadap titiopan yang ada pada bank tersbut. Secara berurutan, tujuan saldo kerja adalah :
  1. Menjaga Likuiditas. Primer, saldo kerja ditujukan untuk menjaga penarikan dan oleh para penyimpan dan menjaga likuiditas.
  2. Memberikan Pinjaman. Sekunder, saldo kerja di tujukan untuk memberikan pinjaman dalam batas-batas pertauran yang ditetapkan oleh UU perbankan.
  3. Menyediakan Biaya Operasional. Tercier, saldo kerja ditujukan untuk biaya opersional agar kewajiban bnk dapat dipenuhi tanpa hambatan.
Jenis-jenis aktiva kas yang dimiliki oleh sebuah bisnis bank komersial meliputi:
  1. Saldo pada bank sentral. Saldo pada bank sentral itu untuk: (a) memenuhi peraturan, (b) menjaga likuiditas bank yang bersangkutan; (c) jaminan kliring.
  2. Saldo pada bank lain. Utang-piutang antar bank dapat diselesaikan dengannkliring. Oleh sebab itu, saldo rekening Koran (R/K) pada bank lain merupakan aktiva kas.
  3. Kas dalam prosese penagihan. Kas dalam perjalanan yang akan tiba dianggap sebagai salah satu harta yng paling cair. Karena itu dikelompokkan sebagai “aktiv kas”.
  4. Kas dalam “ruang besi”. Adalah saldo kas yang ada dalm kamar besi suatu bank. Kas dalam ruang besi meliputi semua saldo kas yang tersimpan dalam kamar besi. Gunannya untuk memelihara likuiditas, bukan rentabilitas
  1. Investasi Sekuritas
Merupakan harta bank meliputi surat-surat berharga. Sekuritas ini merupakan alat investasi bagi abnk yang bersangkutan. Jenis-jenis yang menjadi aktiva bisnis perbankan berupa surat-surat berharga yang dimiliki oleh bank meliputi:
  1. Investasi dalam sekuritas pemerintah.termasuk saham dan obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Sekuritas pemerintah dapat diperoleh Dario bursa efek.
  2. Investasi dalam sekuritas bank lain. Termasuk saham dan obligasi Perseroan tersebut. Sekuritas ini dapat diperoleh dari buraa efek.
Secara taktis, tujuan investasi sekuritas yang dilakukan oleh bisnis perbankan secara berturut-turut seperti berikut:
1. Mempertahankan likuiditas. Primer, investasi sekuritas ditujukan unutk mempertahankan likuiditas, umunya apabila dana dalam aktiva ks tidak mencukupi untuk menutup kewajiban bank.
2. Meraih pendapatan. Sekunder, investasi sekuritas ditujukan unutk memperoleh pendapatan.
  1. Pinjaman
Merupakan sejumlah uang yang diberikan kepad nasabah-debitur yang akan mengembalikannya pada waktu tertentu di kemudian hari. Biasanya, sebagai tambahan atas perjanjian pun akan memberikan pembayaran atas penggunaan harta, yang dinamakan”bunga”. Adapun dokumentasio pemberian janji ini disebut”surat promes” bilamana harta itu berupa uang tunai.
Pinjaman yang diberkan bank kepada nasabahnya mungkin dalam bentuk:
  1. Pinjaman jangka-pendek diberkan kepada nasabah-debitur tidak lebih dari astu tahun. Bank yang memberikan pinjaman ini ialah bank yang memasuki “pasar uang”. Pasar uang adalah pasar untuk instrument utang jangka-pendek, termasuk sertifikat deposito yang dapat dinegoisasikan, aksep bank, surat utang jangka-pendek.
  2. Pinjaman jangka-panjang. Diberikan untuk waktu lebih dari satu tahun. Bisnis bank yang memberikan pinjaman jangka-panjang adalah bisnis bank yang ikut mengadakan transaksi dalam”pasar modal”.pasar modal adalah pasar yang menjadi tempat modal diperdagangkan, mencakup pula penempatan pribadi sumber-sumber utang dn ekuitas dan juga pasar dan bursa terorganisasi.
Kredit yang diciptakan oleh perbankan bisnis dalam bentuk, yaitu:
  1. Kredit Komersial. Biasanya kredit komersial, diantaranya dibuktikan dengan surat promes, cek, wesel dan aksep. Kredit ini digunakan unuk melaksanakan operasi kehidupan bisnis sehari-hari.
  2. Kredit Financial. Kredit ini diberikan dengan anggapan bahwa dana yang disumbangkan oleh bisnis perbankan kepada nasabah-debitur akan digunakan untuk pemanfaatan yang relative permanent.
  1. Aktiva Tetap
Berupa aktiva yang diperoleh dengan tujuan untuk penggunaan jangka-panjang, bukan untuk dijual kembali dalam sekali putaran produksi jasa. Artinya, aktiva tetap meruapakan aktiva ynag dipergunakan bisnis perbankan bukan untuk dikonsumsi menjadi uang tunai selam suatu periode tertentu.
Aktiva tetap yang dimiliki oleh bisnis perbankan dapat dibedakan ke dalam:
  1. aktiva permanent. Merupakan aktiva bisnis perbankan yang antara lain meliputi tanah yang merupakan aktiva yang selalu ada, artinya tidak rusak secara fisik karena digunakan untuk temapt gedung berdiri.
  2. aktiva yang secara fisik nilainya turun. Merupakan aktiva bisnis perbankan yang nilainya turun secara fisik, keran aitu perlu didepresiasikan pada suatu periode waktu yang direncanakan
Manajemen Bank : Alokasi Dana Bank
APendekatan Lokasi Dana
Cara penempatan (alokasi) dana oleh suatu bank umum dengan mempertimbangkan sumber dan yang diperolehnya terdir atas dua pendekatan yang digunakan, yaitu :
a.  Pool of funds approach adalah penempatan (alokasi) dana bank dengan tidak memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan sumber dana, seperti sifat, jangka waktu, dan tingkat harga perolehannya.
b.  Asset Allocation Approach adalah penempatan dana ke berbgai aktiva dengan mencocokan masing-masing sumber dana tersebut
B. Jenis-Jenis  Alokasi Dana Bank
1. Primary Reserve (Cadangan Primer) adalah dana dalam kas dan saldo rekening Koran Bank pada Bank Indonesia dan Bank-Bank lainnya, serta warkat-warkat dalam proses penagihan, komponen ini sering disebut sebagai alat-alat likuid.
Tujuan dari Primary Reserve :
Untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu likuiditas wajib minimum (giro wajib minimum), keperluan operasi bank, semua penarikan simpanan, dan permintaan pencairan kredit dan nasabah, penyelesaian kliring antar bank dan kewajiban-kewajiban bank lainnya yang harus segera di bayar.
2. Secondary Reserve (Cadangan Sekunder) adalah penempatan dana-dana ke dalam non cash liquid asset (asset likuid yang bukan kas) yang dapat memberikan pendapatan kepada bank dan mudah diperjualbelikan seperti, Surat berharga tersebut antara lain :
  • Surat berharga pasar uang (SBPU)
  • Sertifikat Bank Indonesia
  • Surat berharga jangka pendek lainnya
  • Surat Utang Negara
Tujuan Cadangan Sekunder :
a.  Memenuhi kebutuhan likuiditas yang bersifat jangka pendek.
b.  Memenuhi kebutuhan likuiditas yang segera harus dipenuhi dan kebuthan-kebutuhan lainnya yang sebelumnya tidak diperkirakan .
c.  Sebagai tambahan apabila cadangan primer tidak mencukupi.
d.  Memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek yang tidak diperkirakan.
3. Loan Portofolio (kredit) adalah penyaluran kredit, bank baru dapat menentukan besarnya volume kredit yang akan diberikan setela bank mencucupi primary reserve serta kebutuha secondary reserve  
Portofolio Investment adalah investasi berupa penannaman dalam bentuk surat-surat berharga jangka panjang atau surat-surat berharga yang berlikuiditas tinggi, contoh obligasi.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan penanaman dana dalam bentuk portofolio investment adalah :
  1. Tingkat bunga (untuk jenis obligasi)
  2. Capital gain yang mungkin bisa diraih (untuk jenis saham)
  3. Kualitas atau keamanan (terutama untuk jenis saham)
  4. Mudah diperjualbelikan
  5. Jangka waktu jatuh tempo
  6. Pajak yang harus dibayar
  7. Diversifikasi (kangan ditanam pada satu jenis portofolio)
  8. Ekspektasi (harapan akan keuntungan di masa mendatang)
4. Fixed Assets adalah penanaman dalam bentuk aktiva tetap (fixed asset) seperti pembelian tanah, pembangunan gedung kantor bank, perlatan operasional bank.
C. Alokasi Dana Menurut Sifat Aktiva
Alokasi dana menurut sifat aktiva adalah pengalokasian dana bank ke dalam bentuk-bentuk aktiva, baik aktiva yang dapat memberikan hasil (income) maupun aktiva-aktiva yang tidak memberikan hasil.
Aktiva Produktif (earning assets) adalah semua aktiva dalam rupiah dan valuta asing yang dimiliki bank dengan maksud untuk memperoleh Penghasilan sesuai dengan fungsinya .  Komponen Aktiva Produktif terdiri atas :
  1. Kredit yang diberikan
  2. Penempatan dana pada bank lain (deposito berjangka, call money)
  3. Surat-surat berharga (SBI, SBPU)
  4. Prnyertaan modal
Penanamana Dana Dalam Aktiva Tidak Produktif
Adalah penanaman dana bank ke dalam aktiva yang tidak memberikan hasil bagi bank.  Komponen dana dalam bentuk aktiva tidak produktif ini terdiri atas:
  1. Alat-alat likuid (kas, giro pada BankIndonesia, Giro pada bank-bank lain, warkat dalam proses penagihan.
  2. Aktiva tetap dan inventaris (tanah, gedung, computer, ATM, facsimile)
3.      Manajemen Penggunaan Dana Bank
4.      Bagi bank bagi manajemen dana bank adalah bagaimana memilih dan mengelola sumber dana yang tersedia. Bagi bank pengelola sumber dana dari masyarakat luas, terutama dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito sangatlah penting. Dalam penglolaan sumber dana di mulai dari pencarian akan kebutuhan dana, kemudian pelaksanaan pencarian sumber dana yang tersedia. Pengelolaan sumber dana kini di kenal dengan nama manajemen dana bank. Dengan kata lain pengertian manajemen dana bank adalah suatu kegiatan perncanaan, pelaksanaan dan pengendalian terhadap penghimpuan dana yang yang ada di masyarakat.
5.      Alokasi Dana Menurut Sifat Aktiva
Menurut Lukman Dendawijaya alokasi dana berdasarkan sifat aktiva adalah pengalokasian dana bank ke dalam bentuk-bentuk aktiva, baik aktiva yang dapat memberikan hasil (income) maupun aktiva yang tidak memberikan hasil.
6.      Alokasi Dana Bank Dana yang diperoleh sebuah bisnis perbankan perlu dialokasikan dengan tepat. Untuk itu diperlukan suatu kebijakan alokasi aktiva. Alokasi aktiva merupakan pendistribusian dana investasi yang didasarkan pada fungsi dan kegunaan diantara berbagai kategori aktiva, termasuk ekuivalen kas, saham, investasi pendapatan tetap, dan aktiva berwujud lainnya. Alokasi aktiva akan berdampak baik pada resiko maupun laba. Alokasi aktiva merupakan konsep sentral dalam perencanaan keuangan bagi manajemen investasi bisnis perbankan, kebijakan alokasi aktiva perlu mengindahkan tingkat likuiditas, tetapi tidak mengabaikan tingkat rentabilitas. Untuk itu dana yang diperoleh dialokasikan ke dalam cadangan primer, cadangan sekunder, kredit, dan investasi dalam perbandingan yang tepat sesuai dengan perubahan-perubahan.
7.      Aktiva Produktif (Earning Assets) yaitu semua aktiva yang dimiliki bank dengan maksud untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya. Pengelolaan dana dalam aktiva produktif merupakan sumber pendapatan bank yang digunakan untuk membiayai keseluruhan biaya operasional bank, termasuk biaya bunga, biaya tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya. Komponen aktiva produktif terdiri dari :
a.       
 Kredit yang diberikan adalah semua realisasi kredit dalam rupiah dan valuta asing yang diberikan oleh bank termasuk kantornya di luar negeri, kepada pihak ketiga bukan bank, baik di dalam maupun di luar negeri.
b.      Penempatan dana pada bank lain. Penempatan dana pada bank lain dapat berupa deposito berjangka pada bank lain, call money, pinjaman uang biasa berjangka menengah dan panjang, surat berharga dalam pasar uang.
c.       Surat-surat berharga. Penempatan dana dalam surat berharga sebagai aktiva produktif meliputi :
1)      Surat-surat berharga jangka pendek yang digunakan sebagai cadangan sekunder.
2)      Surat-surat berharga jangka panjang yang dimaksudkan untuk mempertinggi profitabilitas bank.

Penanaman dana dalam surat berharga tersebut antara lain meliputi Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), wesel dan promes yang di-endors bank lain, Revolving Underwriting Facilities (RUF), aksep atau promes dalam rangka call money, kertas perbendaharaan atas beban negara, berbagai macam obligasi, dan saham yang terdaftar pada bursa efek.
d.      Penyertaan modal. Alokasi dana bank dalam bentuk penyertaan modal adalah penanaman dana bank dalam bentuk saham secara langsung pada bank lain atau lembaga keuangan lain yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. Di samping itu, dapat juga berbentuk penyertaan saham dalam suatu perusahaan nasabah asalkan dalam rangka penyelamatan kredit (rescue operation).
8.      Aktiva Tidak Produktif (Nonearning Assets) adalah yaitu penanaman dana bank ke dalam aktiva yang tidak memberikan hasil bagi bank. Komponen dana dalam bentuk aktiva tidak produktif terdiri atas:
a.       Alat-alat likuid.
Alat likuid atau cash asset adalah aktiva yang dapat dipergunakan setiap saat untuk memenuhi kebutuhan likuiditas bank. Aktiva ini merupakan aktiva yang paling likuid dari keseluruhan aktiva bank. Komponen alat likuid menurut ketentuan Bank Indonesia terdiri atas uang kas yang ada pada bank dan saldo rekening giro pada Bank Indonesia. Sejak deregulasi 1 juni 1983, saldo giro pada BI tidak diberikan jasa giro.
b.       Aktiva tetap dan inventaris.Aktiva tetap yang dimiliki bank dapat berbentuk tanah, gedung kantor (baik kantor pusat maupun cabang-cabang), peralatan kantor seperti komputer, facsimile, ATM, peralatan promosi, dan lain-lain.
9.      Penggunaan dana bank
Cadangan Likuiditas
Cadangan Primer: Untuk memenuhi kewajiban likuiditas minimum
Cadangan Sekunder: Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas kurang dari 1 tahun
Penyaluran Kredit. Pemberian pinjaman kepada nasabah yang memenuhi ketentuan kebijakan perkreditan
Invesments. Penanaman dalam surat berharga jangka panjang guna memaksimalkan pendapatan bank
10.  Faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan investment adalah:
Tingkat bunga / capital gain
Kualitas (keamanan)
Mudah diperjual belikan
Jangka waktu jatuh tempo
Pajak
Diversifikasi
11.  Penggunaan dana menurut sifat aktiva
Aktiva Produktif seperti: Kredit, Penempatan di bank lain, Surat berharga, PenyertaanAktiva Tidak Produktif: seperti Alat likuid, Aktiva
12.  Kualitas aktiva produktif ditentukan oleh:
Ketepatan pembayaran bungan dan pokok pinjaman.
Tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan untuk surat berharga
13.  Penggolongan kualitas kredit sesuai ketentuan Bank Indonesia:
Pass (Lancar)
Special Mention (Dalam Perhatian Khusus)
Substandard (Kurang Lancar)
Doubtful (Diragukan)
Loss (Macet)
14.  Kualitas Surat Berharga:
Pass (Lancar)
Loss (Macet)
15.  Cadangan Bank Untuk mempertahankan likuiditasnya manajemen bisnis perbankan membentuk cadangan. Dilihat dari strategi untuk mempertahankan likuiditas, cadangan dalam perbankan dapat dibedakan dalam cadangan primer dan cadangan sekunder. Cash reserve adalah dana cadangan yang berbentuk tunai dan digunakan untuk menjaga keselamatan bank, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Penguasaan cash reserve merupakan bagian penting dari tugas manajemen likuiditas karena akan sangat menentukan apakah bank tersebut dapat merebut kepercayaan masyarakat atau tidak. Banyak kesuksesan bank terjadi karena keberhasilan mengelola secara baik dana cadangan tunai ini.
16.  Jenis-Jenis Cadangan Bank
Cadangan Primer (Primary Reserve). Primary reserve diperlukan untuk memenuhi permintaan efektif dari para nasabah yang muncul secara tiba-tiba. Bahasa teknis perbankan dalam mewujudkan primary reserve ini adalah alat-alat yang dikuasai dan tercermin pada pos-pos aktiva, berupa : saldo kas dan saldo rekening pada Bank Indonesia. Cadangan primer merupakan garis pertahanan pertama sebuah bank jika para deposan menarik dana mereka. Cadangan Sekunder. Digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas yang jangka waktunya kurang dari satu tahun yang sekaligus dimanfaatkan untuk mencari laba. Cadangan sekunder merupakan pinjaman dan sekuritas yang dapat dikonversikan ke dalam uang tunai tanpa kerugian yang serius. Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Deposito, dan Surat Dagang adalah beberapa instrumen yang termasuk dalam cadangan sekunder. Cadangan sekunder tidak semata-mata sebagai penyangga cadangan utama, tetapi juga sebagai dana yang lincah bergerak dan ditanam dalam bentuk investasi jangka pendek dengan sifat-sifat yang tetap current.
17.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Cadangan Bank
Setiap manajemen bisnis perbankan harus memelihara rasio aktiva-cadangan (reserve-assets ratio) atau rasio likuiditas (liquidity ratio), yaitu bagian dari aktiva keseluruhan suatu bank komersial yang perlu dipertahankan dalam bentuk aktiva lancar agar dapat memenuhi penarikan uang sehari-hari oleh para nasabah dan kewajiban-kewajiban keuangan lainnya. Setiap strategi manajemen keuangan perbankan, khususnya yang berkaitan dengan upaya bertahan dalam persaingan, perlu selalu mempertimbangkan dan memproyeksikan kebutuhan yang optimum akan cadangan primer dan cadangan sekunder. Dalam hal seperti inilah strategi manajemen likuiditas memerlukan perencanaan keuangan baik arus masuk maupun arus keluar yang mampu mengantisipasi setiap perubahan di waktu yang akan datang.
18.  Cash Ratio
Rasio ini menunjukkan posisi kas yang dapat menutupi hutang lancar. Rasio ini adalah rasio yang paling likuid. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan, namun dalam praktek akan mempengaruhi profitabilitasnya. Menurut ketentuan Bank Indonesia, alat likuid terdiri atas uang kas ditambah dengan rekening giro bank bersangkutan yang disimpan pada Bank Indonesia. Komponen-komponen alat likuid untuk semua jenis bank adalah sama, yaitu : Saldo Kas dan Saldo Rekening pada Bank Indonesia. Sedangkan komponen-komponen kewajiban segera dapat ditagih atau segera harus dibayar adalah : Giro, Deposito, Tabungan, dan Kewajiban jangka pendek lainnya.
19.  Penempatan Dana Bank
Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan bank dimana dana yang diperoleh didapat dari dana yang dihimpun dari masyarakat. Kredit yang diberikan dan suku bunga dapat ditentukan sendiri oleh nasabah. Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, Kredit adalah: “penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam anata bank dengan pihak lain yangmewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu denganpemberian bunga”.
20.  Sebelum memberikan kredit biasanya bank menilai terlebih dahulu kepada orang yang meminjam dana tersebut, agar dana yang diberikan bisa aman. Penilaiannya tersebut dilihat dari: Latar belakang nasabah tersebut, Prospek usahannya dan Jaminan yang diberikan
21.  Unsur-unsur yang terdapat ketika memberikan kredit:
Kepercayaan: Dimana Bank dapat mempercayai nasabah dapat memebayar dana yang telah dipinjamkan oleh bank kepada nasabah Kesepakatan: merupakan perjanjian antara pihak debitur dengan pihak kreditur yang dituangkan dalam suatu surat perjanjian, biasanya surat perjanjian itu dibuat sebelum nasabah mendaptkan dana dan terdapat beberapa syarat yang harus diajukan kepada Bank. Jangka Waktu: Untuk menentukan jangka waktu kredit yang akan dilakukan oleh nasabah.
Resiko: Suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan resiko
tidak tertagih. Semakin lama jangka waktunya semakin besar resikonya. Untuk itu bank sebaiknya sebisa mungkin untuk dapat menghindari resiko-resiko yang dapat membuat bank menjadi tidak mendapatkan keuntungan. Balas jasa: Merupakan keuntungan atas pemberian kredit dan jasa tersebut yang kita kenal dengan bunga/ bagi hasil.
 
Sumber:

Senin, 30 April 2012

ALASAN KENAPA SETIAP BANK LAPOR KEUANGAN KEPADA BANK INDONESIA (BI)

KEDUDUKAN BANK INDONESIA SEBAGAI LEMBAGA NEGARA
Dilhat dari sistem ketatanegaraan Republik Indonesia, kedudukan BI sebagai lembaga negara yang independen tidak sejajar dengan lembaga tinggi negara seperti Dewan Perwakilan Rakyat, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung. Kedudukan BI juga tidak sama dengan Departemen karena kedudukan BI berada di luar pemerintahan. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar BI dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai Otoritas Moneter secara lebih efektif dan efisien. Meskipun BI berkedudukan sebagai lembaga negara independen, dalam melaksanakan tugasnya, BI mempunyai hubungan kerja dan koordinasi yang baik dengan DPR, BPK, Pemerintah dan pihak lainnya.
Dalam hubungannya dengan Presiden dan DPR, BI setiap awal tahun anggaran menyampaikan informasi tertulis mengenai evaluasi pelaksanaan kebijakan moneter dan rencana kebijakan moneter yang akan datang. Khusus kepada DPR, pelaksanaan tugas dan wewenang setiap triwulan dan sewaktu-waktu bila diminta oleh DPR. Selain itu, BI menyampaikan rencana dan realiasasi anggaran tahunan kepada Pemerintah dan DPR. Dalam hubungannya dengan BPK, BI wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada BPK.
:: Hubungan BI dengan Pemerintah : Hubungan Keuangan
Dalam hal hubungan keuangan dengan Pemerintah, Bank Indonesia membantu menerbitkan dan menempatkan surat-surat hutang negara guna membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa diperbolehkan membeli sendiri surat-surat hutang negara tersebut.
Bank Indonesia juga bertindak sebagai kasir Pemerintah yang menatausahakan rekening Pemerintah di Bank Indonesia, dan atas permintaan Pemerintah, dapat menerima pinjaman luar negeri untuk dan atas nama Pemerintah Indonesia.
Namun demikian, agar pelaksanaan tugas Bank Indonesia benar-benar terfokus serta agar efektivitas pengendalian moneter tidak terganggu, pemberian kredit kepada Pemerintah guna mengatasi deficit spending - yang selama ini dilakukan oleh Bank Indonesia berdasarkan undang-undang yang lama - kini tidak dapat lagi dilakukan oleh Bank Indonesia.
:: Hubungan BI dengan Pemerintah : Independensi dalam Interdependensi
Meskipun Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen, tetap diperlukan koordinasi yang bersifat konsultatif dengan Pemerintah, sebab tugas-tugas Bank Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan-kebijakan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Koordinasi di antara Bank Indonesia dan Pemerintah diperlukan pada sidang kabinet yang membahas masalah ekonomi, perbankan dan keuangan yang berkaitan dengan tugas-tugas Bank Indonesia. Dalam sidang kabinet tersebut Pemerintah dapat meminta pendapat Bank Indonesia.
Selain itu, Bank Indonesia juga dapat memberikan masukan, pendapat serta pertimbangan kepada Pemerintah mengenai Rancangan APBN serta kebijakan-kebijakan lain yang berkaitan dengan tugas dan wewenangnya.
Di lain pihak, Pemerintah juga dapat menghadiri Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dengan hak bicara tetapi tanpa hak suara. Oleh sebab itu, implementasi independensi justru sangat dipengaruhi oleh kemantapan hubungan kerja yang proporsional di antara Bank Indonesia di satu pihak dan Pemerintah serta lembaga-lembaga terkait lainnya di lain pihak, dengan tetap berlandaskan pembagian tugas dan wewenang masing-masing.
:: Kerjasama BI dengan Lembaga Lain
Menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pihak bagi keberhasilan tugasnya, BI senantiasa bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai lembaga negara dan unsur masyarakat lainnya. Beberapa kerjasama ini dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU), keputusan bersama (SKB), serta perjanjian-perjanjian, yang ditujukan untuk menciptakan sinergi dan kejelasan pembagian tugas antar lembaga serta mendorong penegakan hukum yang lebih efektif.
Beberapa Kerjasama dimaksud adalah dengan pihak-pihak sbb :
  1. Departemen Keuangan (MoU tentang Mekanisme Penetapan Sasaran, Pemantauan, dan Pengendalian Inflasi di Indonesia, MoU tentang BI sebagai Process Agent di bidang pinjaman dan hibah luar negeri Pemerintah, SKB tentang Penatausahaan Penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam rangka penyehatan perbankan)
  2. Kejaksaan Agung & Kepolisian Negara : SKB tentang kerjasama penanganan tindak pidana di bidang perbankan
  3. Kepolisian Negara RI dan Badan Intelijen Negara : MoU tentang Pemberantasan uang palsu
  4. Menkokesra, Kementrian Koperasi dan UKM : MoU bidang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM
  5. Perhimpunan Pedagang SUN (Himdasun) : MoU tentang Penyusunan Master Repurchase Agreement (MRA)
  6.  
     
    SUMBER : http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Hubungan+Kelembagaan/Lembaga+Negara/

laopran kuangan tahunan bank danamon





INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



NERACA
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali nilai nominal per saham)

ASET






2010






2009


BALANCE SHEETS
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah
except par value per share)

ASSETS


Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain,
setelah dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp nihil
pada 2010 (2009: Rp 10.854)


2,083,010
2,696,114


3,123,884
5,637,603


Cash
Current accounts with Bank Indonesia
Current accounts with other banks,
net of allowance for impairment
losses of Rp nil in 2010
(2009: Rp 10,854)


- Pihak yang mempunyai


hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Penempatan pada bank lain dan
Bank Indonesia, setelah dikurangi
penyisihan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp nihil pada
2010 (2009: 13.227)


85,461
511,494


136,868
937,682


Related parties -
Third parties -
Placements with other banks and
Bank Indonesia, net of allowance
for impairment losses of Rp nil
in 2010
(2009: Rp 13,227)


- Pihak yang mempunyai


hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Efek-efek,
setelah dikurangi
penyisihan kerugian sebesar
Rp 1.950 pada 2010 (2009: Rp 8.288)
Tagihan derivatif,
setelah dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp nihil pada
2010 (2009: Rp 14.688)


725,000
3,147,597


2,337,111


556,875
1,062,605


4,848,018


Related parties -
Third parties -
Marketable securities,
net of allowance for
impairment losses of Rp 1,950
in 2010 (2009: Rp 8,288)
Derivative receivables,
net of allowance for impairment
losses of Rp nil in 2010
(2009: Rp 14,688)


- Pihak yang mempunyai


hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Pinjaman yang diberikan ,
setelah dikurangi penyisihan
kerugian sebesar Rp 2.568.741
pada 2010 (2009: Rp 1.928.874)
dan pendapatan bunga
ditangguhkan sebesar Rp nihil
pada 2010 (2009: Rp 84)


9
228,352


23
367,980


Related party -
Third parties -
Loans,
net of allowance)
for impairment losses
of Rp 2,568,741 in 2010
(2009: Rp 1,928,874)
and unearned interest income of
Rp nil in 2010 (2009: Rp 84)


- Pihak yang mempunyai


hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Tagihan akseptasi,
setelah dikurangi penyisihan
kerugian sebesar Rp nihil
pada 2010 (2009: Rp 12.412)
Obligasi Pemerintah
Investasi dalam saham, setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai investasi
sebesar Rp 20.571 pada 2010
(2009: Rp 43.860) dan akumulasi
amortisasi goodwill sebesar
Rp 780.309 pada 2010 (2009: Rp 572.944)
Aset tidak berwujud
setelah dikurangi akumulasi amortisasi
sebesar Rp 432.968 pada 2010
(2009: Rp 353.559)
Aset tetap,
setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar Rp 1.198.632 pada 2010
(2009: Rp 1.400.318)
Aset pajak tangguhan, bersih
Beban dibayar dimuka dan aset lain-lain,
setelah dikurangi penyisihan
kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 234.540 pada
2010 (2009: Rp 1.112.268)
JUMLAH ASET


10,433
70,270,931


761,825
8,177,675



5,367,384


160,805


1,410,621
827,988



4,017,803
102,819,613


5,107
57,574,875


1,229,227
11,327,426



4,342,022


188,616


1,412,638
835,333



4,415,805
98,002,587


Related parties -
Third parties -
Acceptance receivables,
net of allowance for impairment losses
of Rp nil in 2010
(2009: Rp 12,412)
Government Bonds
Investment in shares,
net of allowances for diminution in
value of Rp 20,571 In 2010
(2009: Rp 43,860) and accumulated of
goodwill amortization of Rp 780,309 in
2010 (2009: Rp 572,944)
Intangible assets
net of accumulated amortization
of Rp 432,968 in 2010
(2009: Rp 353,559)
Fixed assets,
net of accumulated depreciation
of Rp 1,198,632 in 2010
(2009: Rp 1,400,318)
Deferred tax assets, net
Prepayments and other assets,
net of allowances for
impairment losses of
Rp 234,540 in 2010
(2009: Rp 1,112,268)
TOTAL ASSETS









LAMPIRAN – 6/1– SCHEDULE






INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



NERACA
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali nilai nominal per saham)



KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
Simpanan nasabah:






2010






2009


BALANCE SHEETS
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah
except par value per share)



LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITIES
Deposits from customers:


- Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Simpanan dari bank lain
Efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali
Kewajiban akseptasi
Obligasi yang diterbitkan
Pinjaman yang diterima
Hutang pajak
Estimasi kerugian atas
komitmen dan kontinjensi
Kewajiban derivatif


503,855
69,305,965
3,609,751
4,041,338
752,383
1,250,000
2,046,682
58,166
420
246,333


406,867
68,212,845
1,205,140
3,755,806
1,266,707
1,500,000
2,748,992
94,953
27,456
347,775


Related parties -
Third parties -
Deposits from other banks
Securities sold under repurchase
agreements
Acceptance payables
Bonds issued
Borrowings
Taxes payable
Estimated losses on
commitments and contingencies
Derivative payables


Beban yang masih harus dibayar


dan kewajiban lain-lain
Pinjaman subordinasi
Modal pinjaman
JUMLAH KEWAJIBAN
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 50.000
(2009: Rp 50.000) per saham untuk
seri A dan Rp 500 (2009: Rp 500)
per saham untuk seri B
Modal dasar - 22.400.000
(2009: 22.400.000)
saham seri A dan 17.760.000.000
(2009:17.760.000.000)
saham seri B
Modal ditempatkan dan disetor penuh
22.400.000 (2009: 22.400.000)
saham seri A dan 8.394.307.966
(2009: 8.359.279.616)
saham seri B
Tambahan modal disetor
Modal disetor lainnya
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan


2,785,387
500,000
-
85,100,280











5,317,154
3,045,428
189
1,984


2,317,130
500,000
-
82,383,671











5,299,640
2,948,835
189
2,013


Accruals and other liabilities
Subordinated debts
Loan capital
TOTAL LIABILITIES
EQUITY
Share capital - par value per share
Rp 50,000 (2009: Rp 50,000)
for A series shares and Rp 500
(2009: Rp 500) for B series shares
Authorised - 22,400,000
(2009: 22,400,000)
A series shares and 17,760,000,000
(2009: 17,760,000,000)
B series shares
Issued and fully paid 22,400,000
(2009: 22,400,000)
A series shares and 8,394,307,966
(2009: 8,359,279,616)
B series shares
Additional paid-up capital
Other paid-up capital
Foreign exchange difference from
translation of financial statements


Keuntungan/(kerugian) yang belum


direalisasi atas efek-efek dan
Obligasi Pemerintah dalam


Unrealised gains/(losses) of available
for sale marketable securities


kelompok tersedia untuk dijual, bersih
Cadangan umum dan wajib
Selisih transaksi perubahan
ekuitas Anak Perusahaan
Saldo laba (setelah defisit sebesar
Rp 32.968.831 dieliminasi melalui
kuasi-reorganisasi tanggal
1 Januari 2001)
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS


15,152
133,845
11,967


9,193,614
17,719,333
102,819,613


(299,482)
118,520
(25,002)


7,574,203
15,618,916
98,002,587


and Government Bonds, net
General and legal reserve
Difference in transactions of changes
in equity of Subsidiaries
Retained earnings (after deficit of
Rp 32,968,831 was eliminated
through quasi-reorganisation on
1 January 2001)
TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY














LAMPIRAN – 6/2- SCHEDULE






INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



LAPORAN LABA RUGI
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali laba bersih per saham)

2010
PENDAPATAN DAN BEBAN
OPERASIONAL


STATEMENTS OF INCOME
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah,
except earnings per share)

2009
INCOME AND EXPENSES
FROM OPERATIONS


Pendapatan bunga
Beban bunga

Pendapatan bunga bersih

PENDAPATAN OPERASIONAL
LAINNYA
Pendapatan provisi dan komisi
Imbalan jasa
(Kerugian)/keuntungan atas perubahan
nilai wajar atas instrumen keuangan
Keuntungan yang telah direalisasi
atas instrumen derivatif
Beban atas transaksi dalam
mata uang asing
Keuntungan penjualan efek-efek dan
Obligasi Pemerintah - bersih
Bagian laba bersih Anak Perusahaan
Pendapatan dividen
Lain-lain


8,804,738
(3,163,987)

5,640,751


675,357
545,403

(17,246)

77,603

(20,255)

211,145
1,254,739
1,036
4


9,639,240
(4,939,275)

4,699,965


680,262
433,254

96,768

252,014

(114,711)

45,552
1,051,229
1,033
414


Interest income
Interest expense

Net interest income

OTHER OPERATING
INCOME
Fees and commissions income
Fees
(Loss)/gain from changes in fair
value of financial instrument
Realized gain from
derivative instruments
Expense from foreign
exchange transaction
Gains on sale of marketable securities
and Government Bonds - net
Shares in net income of Subsidiaries
Dividend income
Others



BEBAN OPERASIONAL
LAINNYA


2,727,786


2,445,815


OTHER OPERATING
EXPENSES


Beban provisi dan komisi
Beban umum dan administrasi
Beban tenaga kerja dan tunjangan
Penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset
Penyisihan atas kerugian transaksi
rekening administratif
Lain-lain


PENDAPATAN OPERASIONAL BERSIH

PENDAPATAN DAN BEBAN
BUKAN OPERASIONAL

Pendapatan bukan operasional
Beban bukan operasional

BEBAN BUKAN OPERASIONAL - BERSIH

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN

BEBAN PAJAK PENGHASILAN

LABA BERSIH

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

LABA BERSIH PER SAHAM DILUSIAN


(266,871)
(1,427,484)
(1,960,603)
(1,605,480)

(4)
(100,693)

(5,361,135)

3,007,402



34,163
(436,322)

(402,159)

2,605,243

(401,962)

2,203,281

262.12

261.27


(215,250)
(1,474,567)
(1,581,272)
(1,870,949)

(1,256)
(88,576)

(5,231,870)

1,913,910



48,677
(406,734)

(358,057)

1,555,853

(190,751)

1,365,102

166.97

162.45


Fees and commissions expense
General and administrative expenses
Salaries and employee benefits
Allowance for impairment losses on assets
Alowance for losses possible
on off balance sheet transactions
Others


NET OPERATING INCOME

NON-OPERATING
INCOME AND EXPENSES

Non-operating income
Non-operating expenses

NON - OPERATING EXPENSES - NET

INCOME BEFORE TAX

INCOME TAX EXPENSES

NET INCOME

BASIC EARNINGS PER SHARE

DILUTED EARNINGS PER SHARE










LAMPIRAN – 6/3- SCHEDULE









INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)





Januari – September/January – September 2010
(Kerugian)/keuntungan


STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)


Selisih kurs


yang belum direalisasi


karena
penjabaran
laporan
keuangan/
Foreign


atas efek-efek dan
Obligasi Pemerintah
dalam kelompok
tersedia untuk dijual,
bersih/Unrealised


Selisih
transaksi
perubahan
ekuitas Anak
Perusahaan/


exchange


(losses)/gains of


Difference in


Cadangan


Tambahan


Modal disetor


difference from


available for sale


transactions of


umum dan


Modal


modal disetor/


lainnya/


translation of


marketable securities


changes in


wajib/


Saldo laba/


saham/
Share capital


Additional
paid-up capital


Other paid-up
capital


financial
statements


and Government
Bonds, net


equity of
Subsidiaries


General and
legal reserve


Retained
earnings


Jumlah ekuitas/
Total equity


Saldo pada tanggal 1 Januari 2010


5,303,992


2,964,113


189


1,996


(291,926)


(13,206)


118,520


7,741,634


15,825,312


Balance as at 1 January 2010



Adjustment in connection with


Penyesuaian sehubungan dengan


the implementation of SFAS


penerapan PSAK No. 55 (Revisi 2006)


-


-


-


-


-


-


-


30,325


30,325


No. 55 (2006 Revision)



Balance as at 1 January 2010


Saldo pada tanggal 1 Januari, setelah


5,303,992


2,964,113


189


1,996


(291,926)


(13,206)


118,520


7,771,959


15,855,637


after effect of first


Dampak penerapan awal PSAK


adoption of SFAS



Laba bersih selama periode berjalan


-


-


-


-


-


-


-


2,203,281


2,203,281


Net income for the period



Foreign exchange difference


Selisih kurs karena penjabaran laporan


from translation of


keuangan


-


-


-


(12)


-


-


-


-


(12)


financial statements



Keuntungan yang belum direalisasi atas
efek-efek dan Obligasi Pemerintah
dalam kelompok tersedia untuk dijual,


Unrealised gains of available
for sale marketable
securities and Government


bersih


-


-


-


-


307,078


25,173


-


-


332,251


Bonds, net



Appropriation for general and


Pembentukan cadangan umum & wajib

Pembagian dividen tunai


-

-


-

-


-

-


-

-


-

-


-

-


15,325

-


(15,325)

(766,301)


-

(766,301)


legal reserve

Distribution of cash dividends


Opsi kepemilikan saham karyawan/


Employee/management stock


manajemen yang dieksekusi


13,162


81,315


-


-


-


-


-


-


94,477


options exercised



Saldo pada tanggal 30 September 2010


5,317,154


3,045,428


189


1,984


15,152


11,967


133,845


9,193,614


17,719,333 Balance as at 30 September 2010





LAMPIRAN – 6/4 – SCHEDULE









INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)







October – Desember/October - December 2009
Kerugian
yang belum
direalisasi atas
efek-efek


STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)


Selisih kurs
karena
penjabaran
laporan


dan Obligasi
Pemerintah dalam
kelompok tersedia
untuk dijual/


Selisih transaksi
perubahan
ekuitas Anak
Perusahaan/


keuangan/


Unrealised losses


Difference in


Cadangan


Tambahan


Modal disetor


Difference in


of available for sale


transactions of


umum dan


modal disetor/


lainnya/


foreign


marketable


changes in


wajib/


Saldo laba/


Modal saham/
Share capital


Additional
paid-up capital


Other paid-up
capital


currency
translation


securities and
Government Bonds


equity of
Subsidiaries


General and
legal reserve


Retained
earnings


Jumlah ekuitas/
Total equity


Saldo pada tanggal 1 Oktober 2009

Rugi bersih selama periode berjalan


5,299,640

-


2,948,835

-


189

-


2,013

-


(299,482)

-


(25,002)

-


118,520

-


7,574,203

167,431


15,618,916

167,431


Balance as at 1 October 2009

Net loss for the period



Selisih kurs karena penjabaran laporan


Difference in foreign currency


keuangan


2c


-


-


-


(17)


-


-


-


-


(17)


translation



(Kerugian)/keuntungan yang belum


direalisasi atas efek-efek dan
Obligasi Pemerintah dalam
kelompok tersedia untuk dijual,


Unrealised (losses)/gains of
available for sale marketable
securities and


bersih


2b,2h


-


-


-


-


7,556


(7,765)


-


-


(209)


Government Bonds, net



Beban kompensasi karyawan/


Compensation costs of employee/


manajemen berbasis saham


2ac


-


38


-


-


-


-


-


-


38


management stock options



Opsi kepemilikan saham karyawan/


Employee/management stock


manajemen yang dieksekusi

Saldo pada tanggal 31 Desember 2009


2ac


4,352

5,303,992


15,240

2,964,113


-

189


-

1,996


-

(291,926)


-

(32,767)


-

118,520


-

7,741,634


19,592

15,805,751


options exercised

Balance as at 31 December 2009











LAMPIRAN – 6/5 – SCHEDULE









INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY



LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)







Januari – September/January – September 2009
(Kerugian)/keuntun
gan
yang belum
direalisasi atas
efek-efek
dan Obligasi


STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)


Selisih kurs
karena
penjabaran
laporan


Pemerintah dalam
kelompok tersedia
untuk dijual/
Unrealised


Selisih transaksi
perubahan
ekuitas Anak
Perusahaan/


keuangan/


(losses)/gains of


Difference in


Cadangan


Tambahan


Modal disetor


Difference in


available for sale


transactions of


umum dan


modal disetor/


lainnya/


foreign


marketable


changes in


wajib/


Saldo laba/


Modal saham/
Share capital


Additional
paid-up capital


Other paid-up
capital


currency
translation


securities and
Government Bonds


equity of
Subsidiaries


General and
legal reserve


Retained
earnings


Jumlah ekuitas/
Total equity



Saldo pada tanggal 1 Januari 2009
Laba bersih selama periode berjalan


3,631,865
-


675,000
-


189
-


2,866
-


(749,832)
-


(73,653)
-


103,220
-


6,989,413
1,365,102


10,579,068
1,365,102


Balance as at 1 January 2009
Net income for the period


Selisih kurs karena penjabaran


Difference in foreign currency


laporan keuangan


-


-


-


(853)


-


-


-


-


(853)


translation


Keuntungan yang belum direalisasi atas efek-
efek dan Obligasi Pemerintah dalam


Unrealised gains of available
for sale marketable securities and


kelompok tersedia untuk dijual, bersih


-


-


-


-


450,350


48,651


-


-


499,001


Government Bonds, net


Pembentukan cadangan


Approriation for general


umum dan wajib
Pembagian dividen tunai


-
-


-
-


-
-


-
-


-
-


-
-


15,300
-


(15,300)
(765,012)


-
(765,012)


and legal reserve
Distribution of cash dividend


Saham yang berasal dari penawaran umum


terbatas dengan hak memesan efek terlebih


Share from limited public offering with


dahulu (Right Issue) IV


1,663,984


2,237,683


-


-


-


-


-


-


3,901,667


pre-emptive Right (Right Issue)IV


Opsi kepemilikan saham karyawan/


Employee/management stock


manajemen yang dieksekusi


3,791


35,330


-


-


-


-


-


-


39,121


options exercised


Beban kompensasi karyawan/


Compensation costs of employee/


manajemen berbasis saham

Saldo pada tanggal 30 September 2009


-

5,299,640


822

2,948,835


-

189


-

2,013


-

(299,482)


-

(25,002)


-

118,520


-

7,574,203


822

15,618,916


management stock options

Balance as at 30 September 2009





LAMPIRAN – 6/6 – SCHEDULE






INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY




LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

2010

Arus kas dari kegiatan operasi:



STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)

2009

Cash flows from operating activities:



Pendapatan bunga, provisi dan komisi
Pembayaran bunga, provisi dan
komisi
Pendapatan operasional lainnya
(Kerugian)/keuntungan dari transaksi mata
uang asing - bersih
Pembayaran tantiem
Beban operasional lainnya
Beban bukan operasional - bersih
Arus kas sebelum perubahan dalam
aset dan kewajiban operasi

Perubahan dalam aset dan kewajiban
operasi:
Penurunan/(kenaikan) aset operasi:
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia
Efek-efek dan Obligasi Pemerintah -
diperdagangkan
Pinjaman yang diberikan


9,447,058

(3,533,867)
545,402

(162,947)

(2,561,265)
(249,014)

3,485,367




(121,891)

9,169
(13,649,429)


10,441,968

(5,220,802)
446,528

176,370

(3,019,658)
(217,479)

2,606,927




1,590,796

257,095
3,334,792


Interest income, fees and commissions
Payments of interest, fees and
commisssions
Other operating income
(Losses)/gains from foreign
exchange transactions - net
Payment of tantiem
Other operating expenses
Non-operating expenses – net
Cash flows before changes in
operating assets and liabilities

Changes in operating assets and
liabilities:
Decrease/(increase) in operating assets:
Placements with other banks
and Bank Indonesia
Marketable securities and
Government Bonds - trading
Loans


Beban dibayar dimuka dan


aset lain-lain
Kenaikan/(penurunan) kewajiban
operasi:
Simpanan nasabah:
- Giro
- Tabungan
- Deposito berjangka
Simpanan dari bank lain
Beban yang masih harus dibayar
dan kewajiban lain-lain
Pembayaran pajak penghasilan
selama periode berjalan
Kas bersih (digunakan untuk)/
diperoleh dari kegiatan operasi


(483,478)


1,185,583
4,031,427
(2,799,533)
2,183,688

13,395

(414,705)

(6,560,407)


(1,215,110)


(201,097)
1,620,556
(6,196,451)
(234,766)

233,679

(370,509)

1,425,912


Prepayments and other assets
Increase/(decrease) in operating
liabilities:
Deposits from customers:
Current accounts -
Savings -
Time deposits -
Deposits from other banks
Accruals and other
liabilities
Payment.of.income.tax.during
the period
Net cash (used in)/provided by
operating activities

























LAMPIRAN – 6/7 – SCHEDULE






INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN / SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
INDUK PERUSAHAAN / PARENT COMPANY




LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)


2010

Arus kas dari kegiatan investasi:
Pembelian efek-efek dan Obligasi Pemerintah -
dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia



STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED
30 SEPTEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in million Rupiah)


2009

Cash flows from investing activities:
Acquisition of marketable securities
and Government Bonds - held to


untuk dijual
Hasil penjualan efek-efek dan Obligasi
Pemerintah - dimiliki hingga jatuh tempo
dan tersedia untuk dijual
Pembelian aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
Penerimaan dividen kas
Pembelian investasi

Kas bersih diperoleh dari
kegiatan investasi

Arus kas dari kegiatan pendanaan:
(Penurunan)/kenaikan pinjaman yang diterima
Kenaikan efek yang dijual
dengan janji dibeli kembali
Opsi kepemilikan saham oleh karyawan/
manajemen yang dieksekusi
Hasil dari penawaran umum terbatas
dengan hak memesan terlebih dahulu
(Rights Issue) IV
Pembayaran atas penerbitan obligasi
Pembayaran dividen kas
Pembayaran pinjaman subordinasi

Kas bersih digunakan untuk
kegiatan pendanaan

(Penurunan)/kenaikan bersih
kas dan setara kas

Kas dan setara kas pada
awal periode

Kas dan setara kas pada
akhir periode

Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada bank lain dan Bank
Indonesia - jatuh tempo sampai dengan
3 bulan sejak tanggal perolehan
Sertifikat Bank Indonesia - jatuh tempo
sampai dengan 3 bulan sejak tanggal
perolehan

Jumlah kas dan setara kas


(1,101,305)

3,855,095
(289,072)
20,279
411,392
79,836

2,976,225

(121,879)

286,968

94,477

-
(250,000)
(766,301)
-

(756,735)

(4,340,917)

13,869,766

9,528,849

2,083,010
2,696,114
596,955

2,663,597

1,489,173

9,528,849


-

1,607,888
(181,874)
1,757
383,533
(1,684,162)

127,142

301,205

(1,158,298)

46,480

3,895,130
-
(765,012)
(3,466,500)

(1,146,995)

406,059

15,956,200

16,362,259

3,123,884
5,637,603
1,085,404

2,476,172

4,039,196

16,362,259


maturity and available for sale
Proceeds from sales of marketable
securities and Government Bonds -
held to maturity and available for sale
Acquisition of fixed assets
Proceeds from sale of fixed assets
Receipt of cash dividend
Acquisition of investment

Net cash provided by
investing activities

Cash flows from financing activities:
(Decrease)/Increase in borrowings
Increase in securities sold
under repurchase agreements
Employee/management
stock options exercised
Proceeds from limited public
offering with pre-emptive right
(Rights Issue) IV
Payments of bonds issued
Payments of cash dividends
Repayment of subordinated debts

Net cash used in
financing activities

Net (decrease)/increase in
cash and cash equivalents

Cash and cash equivalents at
the beginning of period

Cash and cash equivalents at
the end of period

Cash and cash equivalents consist of:
Cash
Current accounts with Bank Indonesia
Current accounts with other banks
Placements with other banks and Bank
Indonesia - mature within 3 months
from the date of acquisition
Certificates of Bank Indonesia - mature
within 3 months from the date of
acquisition

Total cash and cash equivalents












LAMPIRAN – 6/8 – SCHEDULE